Cerpen Elegi Dalam Hati

Diposkan oleh Suryono on Sabtu, 08 Juni 2013

 dia terlahir dalam asma cinta
mendarah daging dalam jiwa
terbungkus sinar nila yang menyilaukan mata
pekat serta berpendar dalam satu bayangan maya
dengan nuansa yang mempesona
merah, merekah, serta indah
mengharu biru dalam nuansa kelabu
tidak inginkan warna ungu
yang ada cuma nyanyian syahdu yang menggebu
burung camar mengepakan sayapnya dalam senja
senja berduka yang menggenggam bara
warna pelangi juga tidak sanggup berikan janji
dikarenakan janji mesti di tepati serta tidak dapat mengingkari
menggenggam 10 jemari yang ku miliki
meremasnya serta jadi lidi
lapuk serta termakan rayap bertubi tubi
iri....
dengki dengan keindahan mimpi...
mulai enggan punya mimpi...
merasakan dirimu, dirimu lagi yang memiliki ego tinggi...
bila bahagia memanglah tidak dapat untuk di tengok oleh mata
bila memanglah bahagia tidak dapat untuk di tunjukkan dengan nyata...
bagaimana semestinya ?
telah tidak punya tinta...
kanvasnya juga suda tiada...
kuasnyapun hilang tak tahu kemana....
mesti bagaimana ?
mesti bagaimana saya mengaturnya ?
menata batu bata yang kiranya sukar untuk ku susun dengan paksa
tidak... barangkali cuma memerlukan saput kelapa...
bila tidak ada kuasnya
saya cuma memerlukan darah serta nanahnya bila tidak ada tinta
saya cuma perlu daun pisang atau daun panda untuk letakkan lukisannya...
iya... saya dapat melakukannnya...
tanpamu.... tanpa dia....

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar